MAKALAH
PERENCANAAN SISTEM PENGAJARAN PAI
PENGERTIAN, TUJUAN, FUNGSI, DAN RUANG LINGKUP
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
di susun oleh :
|
Dosen
Pengampu :
Dra.
Dwi Sugilarwati
JURUSAN
TARBIYAH
SEKOLAH
TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QURANIYAH MANNA
BENGKULU
SELATAN
2012
KATA
PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah
. Dia-lah yang telah telah memberikan nikmat
kesempatan dan waktu serta rahmatnya sehingga penyusun mampu menyelesaikan
makalah ini yang berjudul “PENGERTIAN, TUJUAN, FUNGSI, DAN RUANG LINGKUP
PERENCANAN PEMBELAJARAN. Dengan
harapan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kuliah dan diskusi pada tatap muka
perkuliahan.
Penyusun berharap agar para pembaca dapat
memberikan kritik dan masukan yang positif serta saran-saranya untuk
kesempurnaan makalah ini.
Merupakan
suatu harapan pula, semoga makalah ini tercatat sebagai amal shaleh dan menjadi
motivator bagi penyusun.
Manna,Oktober2012
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah........................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Perencanaan Pembelajaran........................................ 2
B. Tujuan
Perencanaan Pembelajaran............................................... 3
C. Fungsi
Perencanaan Pembelajran................................................. 4
D. Ruang Lingkup
Perencanaan Pembelajaran.................................. 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................... 5
B. Saran................................................................................................ 5
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 6
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Setiap apa yang kita lakukan akan lebih baik
bila di rencanakan terlebih dahulu, supaya mendapatkan hasil yang di inginkan.
Begitupun dalam dunia pendidikan. Pendidikan yang menjadi prioritas dalam hidup
dewasa ini menuntut kita dapat berkembang secara maksimal. Untuk dapat
berkembang secara maksimal di butuhkan banyak komponen yang harus di capai,
salah satunya adalah perencanaan pembelajaran.
Pada makalah kali ini kami akan sedikit
mengurai tentang “Pengertian, Tujuan, fungsi, dan ruang lingkup perencanaan
pembelajaran”. Karna jika kita merencanakan dengan baik tidak menuntut
kemungkinan hasil yang maksimallah yang akan di capai
B.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian perencanaan pembelajaran ?
2. Apa tujuan perencanaan pembelajaran ?
3. Apa fungsi dari perencanaan pembelajaran ?
4. Apa Ruang lingkup perencanaan pembelajaran ?
C. TujuanPenulisan
1.
Mengetahui pengertian
perencanaan pembelajaran.
2.
Mengetahui tujuan
perencanaan pembelajaran.
3.
Mengetahui fungsi dari
perencanaan pembelajaran.
4.
Mengetahui ruang lingkup
perencanaan pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
Perencanaan pembelajaran merupakan catatan-catatan hasil penukilan awal
seorang guru sebelum mengelola proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran
merupakan persiapan mengajar yang berisi hal-hal yang perlu ada harus dilakukan
oleh guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, yang sama
meliputi: pemilihan materi, metode, media, dan alat silabus yang ada.
Berikut ini
beberapa unsur yang perlu dicapai dalam penyusunan rencana pembelajaran agar
perencanaannya dapat berjalan dengan baik, adalah:
a.
Berdasarkan
kompetensidan kemampuan dasar yang harus dikusai oleh siswa, serta materi dan
sub materi pembelajaran, pengalaman belajar, yang telah dikembangkan di dalam
silabus.
b.
Digunakan
berbagai pendekatan yang sesuai dengan materi yang memberikan kecakapan hidup
(life skills) sesuai dengan permasalahan dan lingkungan sehari-hari.
c.
Digunakan
metode media yang sesuai, yang mendekatkan siswa dengan pengalaman langsung.
d.
Menilai dengan
sistem pengujian menyeluruh dan berkelanjutan didasarkan pada sistem pengujian
yang dikembangkan selaras dengan pengembangan.
Rencana
pembelajaran yang dibuat guru harus mengacu kepada standar kompetensi dan
kompetensi dasar. Standar kompetensi adalah kemampuan minimal yang harus dapat
dilakukan atau ditampilkan siswa, yang meliputi: pengetahuan, keterampilan dan
sikap siswa setelah mengikuti mata pelajaran tertentu. Setiap kompetensi
dirinci menjadi sub kompetensi atau kemampuan dasar, yang selanjutnya merupakan
arah pencapaian dan acuan dalam memilih materi dan pengalaman belajar siswa.
Standar kompetensi adalah salah satu komponen rencana pembelajaran yang
perlu dipertimbangkan dalam proses pembelajaran, karena dengan adanya acuan
pada kompetensi yang ingin dicapai dalam
proses pembelajaran maka pembelajaran akan lebih terarah.
B. TUJUAN
PERENCANAAN PEMEBELAJARAN
UUD 1945 (versi Amendemen), Pasal 31, ayat 3 menyebutkan,
"Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan
nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang."
Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk
kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia."
Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."
Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."
Sagala
(2003) mengatakan bahwa: “Tujuan perencanaan bukan hanya penguasaan
prinsip-prinsip fundamental, tetapi juga mengembangkan sikap yang positif
terhadap program pembelajaran, meneliti dan menemukan pemecahan masalah
pembelajaran. Ada juga yang mengemukakan bahwa tujuan perencanaan pembelajaran
itu untuk memberikan acuan bagi guru untuk melaksanakan
kegiatan pembelajaran agar lebih mudah, terarah, serta berjalan dengan efisien
dan efektif. Dengan kata lain, perencanaan pembelajaran berperan sebagai
skenario proses pembelajaran. Oleh karena itu, hal tersebut hendaknya bersifat
luwes (fleksibel) dan memberi kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikannya
dengan siswa dalam proses pembelajaran sesungguhnya.
Secara
ideal tujuan perencanaan pembelajaran adalah menguasai sepenuhnya bahan dan
materi ajar, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran,
menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang
tersedia dan membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan”.
C.
FUNGSI
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Oemar
Hamalik (2001) mengemukakakn bahwa pada garis besarnya perencanaan pembelajaran
berfungsi sebagai berikut:
1. Memberi guru pemahaman yang lebih jelas
tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran yang
dilakukan kesiswaan untuk mencapai tujuan itu.
2. Membantu guru memperjelas pemikiran tentang
sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
3. Menambah
keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang diberikan dan prosedur yang
dipergunakan.
4. Membantu
guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-- minat siswa, dan
mendorong motivasi belajar.
5. Mengurangi
kegiatan yang bersifat trial dan
error dalam mengajar dengan adanya
organisasi yang baik dan metoda yang tepat.
6. Membantu
guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up
to date kepada siswa.
Berdasarkan
seluruh uraian di atas, maka secara hakiki tujuan yang paling mendasar dari
sebuah perencanaan pembelajaran adalah sebagai pedoman atau petunjuk bagi guru,
serta mengarahkan dan membimbing kegiatan guru dan siswa dalam proses
pembelajaran, sedangkan fungsi dari perencanaan, adalah:
7. Mengorganisasikan
dan mengakomodasikan kebutuhan siswa secara spesifik.
8. Membantu
guru dalam memetakan tujuan yang hendak dicapai.
9. Membantu
guru, dalam mengurangi kegiatan yang bersifat trial
dan error dalam
mengajar .
D.
RUANG
LINGKUP PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Dalam
perencanaan pembelajaran tentu hal itu memiliki ruang lingkup. Secara umum
ruang lingkup rencana pembelajaran meliputi: tujuan,materi, metode, madia,
model, dan evaluasi.
1.
Tujuan
Dalam suatu pembelajaran tentu saja harus menentukan tujuan yang akan
dicapai dalam proses tersebut. Berikut ini tujuan rencana pembelajaran secara
umum :
a.
Kurikulum
lembaga pendidikan yang bersangkutan. Didalam kurikulum 1975 dari tingkat dasar
sampai tingkat menengah. Kita dapat mengetahui tujuan dari pembelajaran untuk masing-masing
bidang studi. Tidak hanya tujuan pembelajaran bahkan tujuan kurikuler dan
tujuan pembelajaran pun tercantum dalam SK Mentri P dan K no. 08/U/1975 yang
mengatur tenteng kurikulum tersebut.
b.
Pendapat ahli
bidang studi
c.
Hasil analisis
tugas
d.
Hasil observasi
2.
Materi
Materi
pelajarn merupakan salah satu komponen yang harus dipenuhi untuk dapat
memeberikan pengajarn secara maksimal, tentu saja dengan mempertimbangkan
kriteria-kriteria yang harus ada dalam materi. Berikut ini Kriteria dalam
pemilihan materi adalah :
a.
Kriteria
tujuan pembelajaran
Suatu materi
pelajaran yang terpilih dimaksudkan untuk mencapai tujuan pembelajarn khusus
atau tujuan-tujuan tingkah laku. Karna itu, matei tersebut supaya sejalan
dengan tujuan-tujuan yang telah dirumuskan.
b.
Materi
pelajarn supaya terjabar
Perincian
materi pelajaran berdasarkan pada tuntutan dimana setiap TIK telah dirumuskan
secara spesifik, dapat diamati dan terukur. Ini berarti terdapat keterkaitan
erat antara spesifikasi tujuan dan spesifikasi materi pelajaran.
c.
Relevan dengan
kebutuhan siswa
Kebutuhan siswa yang pokok adalah
bahwa mereka ingin berkembang berdasarkan potensi yang dimilikinya. Karna
setiap materi pelajaran yang akan disajikan hendaknya sesuai dengan usaha
mengembangkan pribadi siswa secara bulat dan utuh. Beberapa aspek diantaranya
adalah pengetahuan sikap, nilai danketerampilan.
d. Kesesuaian dengan kondisi masyarakat
Siswa
dipersiapkan meenjadi warga masyarakat yang berguna dan mampu hidup mandiri.
Dalam hal ini, materi pelajaran yang dipilih hendaknya turut membantu mereka
memberikan pengalaman edukatif yang bemakna bagi perkembangan mereka menjadi
manusia yang mudah menyesuaikan diri.
e. Materi pelajaran mengandung segi-segi etik.
Materi
pelajaran yang hendak dipilih mempertimbangkan segi perkembangan moral siswa
kelak. Pengetahuan dan keterampilan yang bakal mereka peroleh dari materi
pelajaran yang telah mereka terima diarahkan untuk mengembangkan dirinya
sebagai manusia yang etik sesuai dengan sistem nilai dan norma-norma yang
berlaku dimasyarakat.
f.
Materi
pelajaran tersusun dalam ruang lingkup dan urutan sistematik dan logis.
Setiap
materi pelajaran disusun secara bulat dan menyeluruh, terbatas ruang lingkupnya
dan terpusat pada satu optik maalah tertentu. Materi disusun secara berurutan
dengan mempertimbangkan faktor psikologis siswa. Degnan cara ini diharapkan isi
materi tersebut akan lebih mudah diserap oleh sisiwa dan dapat segera dilihat
keberhasilanya.
g. Materi pelajaran bersumber dari buku sumber
yang baku, pribadi guru yang ahli, dan masyarakat.
Ketiga
faktor ini perlu diperhatikan dalam memilih materi pelajaran. Buku sumber yang
baku umumna disusun oleh para ahli dalam bidangnya dan disusun berdasarkan GBPP
yang berlaku. Kendatipun belum terlalu lengkap sebagaimanaa yang diharapkan.
Guru yang ahli penting, oleh sebab sumber utama memenglah guru itu sediri. Guru
dapat menyimak semua hal yang dianggapnya perlu untuk disajikan kepada para
siswa berdasarkan ukuran pribadinya. Masyarat merupakan sumber yang luas,
bahkan dapat dikatakn sebagi materi belajar yang paling besar.
3. Metode
4. Media
Ada
beberapa jenis media pendidikan yang bisa digunakan dalam proses pengajaran,
yaitu :
a. Media grafis seperti gambar, foto, grsfik,
baganbatau daiagram, poster, kartun, komik dan lain-lain. Media grafis juga
biasa disebut madia dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjan dan
lebar.
b. Media tiga dimensi yaitundalam bentuk model
seperti model padat (solid model), model penampang, model susun, model kerja, mock up,
diorama dan lain-lain.
c. Media proyeksi seperti slide, filmstrip,film,
penggunaan OHP dan lain-lain.
d. Penggunaan lingkungan sebagai media.
Beberapa
hal yang harus diperhatika guru dalam menggunakan media pendidikan untuk
kepentingan kualitas pengajaran :
a. Guru perlu memiliki pemahaman media pendidikan
antara lain jenis dan manfaat media pendidikan, kriteri memolih dan menggunakan
media pendidikan, mengguakan media sebagai alat bantu mengajar dan tidak lanjut
penggunaan media dalam proses belajar.
b. Siswa, guru terampil memebuat media pendidikan
sederhana untuk keperluan pengajaran, terutama madia dan dimensi atau media.
c. Grafis, dan beberapa media tiga dimensi, dan
media proyeksi. Pengetahuan dan keterampilan dalm menilai keefektifan
penggunaan media dalam proses pengajaran. Menilai kefektifan media pendidikan
penting bagi guru aga ia isa menentukan apakah penggunaan media mutlak
diperlukan aau tidak selalu diperlukan dalam pengajaran sehubungan dengan
prestasi yang akan dicapai siswa. Apabila penggunaan media tidak memepengaruhi
proses dan kualitas pengajaran, sebaliknya guru tidak memeksakan penggunaanya,
dan perlu mencari usaha lain diluar media pendidikan.
5. Model
Model
terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :
a. Solid model, yang menampakkan struktur bagian
luar.
b. Cross section model, yang menampakkan struktur
bagian dalam.
c. Working model, yang mendemistrisikan fungsi
atau proses-proses.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan juga dalam model ini sebagai barikut :
a. Bentuk dan besarnya model perlu diperhatikan
agar bisa dilihat oleh kelas. Model yang lebih besar dapat dilihat oleh semua
anak secara jelas.
b. Jangan terlalau banyak memeberikan penjelasan
sebab biasanya para siswa mengkonsentasikan perhatiannya kepada model dan bukan
kepada penjelasan.
c. Gunakan model untuk maksud tertentu dalam
pengajaran, bukan bertujuan untuk mengisi waktu guru dan mengurangi peranan
guru dalam kelas.
d. Usahakan agar para sisiwa sebanyak mungkin
belajar dari model dengan mendorong mereka bertanya, berdiskusi, atau memeberi
kritik.
e. Pada waktu-waktu tertentu gunakan sejumlah
model, bukan hanya sebuah model saja. Dengan demikian kelas dapat membandingkan
satu sama lain.
f.
Model
hendaknya diintegrasikan dengan alat-alat lainya supaya pengajaran lebih
berhasil.
g. Didalam suatu pelajaran gunakanlah model-model
yang terpilih saja. Jangan menggunakan bermacam-macam model karna bisa
menyebabkan anak kebingungan.
h. Kalau menggunakan beberapa modelhendaknya
model satu dengan model yang lain saling berhubungan.
i.
Baik
juga menggunakan model dari skala yang berbeda tetapi menunjukkan benda yang
sama. Anak akan lebih menyadari kenyataanya.
6. Evaluasi
Secara
umum evaluasi pengajaran adalah penilaian /penaksiran terhadap pertumbuhan dan
kemajuan peserta didik kearah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Secara
garis besar dalam proses belajar mengajar, evaluasi memeiliki fungsi pokok
sebagai berikut :
a. Untuk mengukur kemajuan dan perkembangan
peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar mengajar selama jangka waktu
tertentu.
b. Untuk mengukur sampai mana keberhasilan sistem
pengajaran yang digunakan.
c. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka
melakukan perbaikan proses belajar mengajar.
Evaluasi
pengajaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu : tes dan nontes. Bentuk
tes pada hakikatnya dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : tes lisan, tes
tertulis, dan tes perbuatan.
Beberapa
prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam menyusun tes hasil belajar tersebut
antara lain ;
a. Tes hendaknya dapat mengukur secara jelas
hasil belajar yang telah ditetapkan sesuai tujuan intruksional.
b. Mengukur sampel yang representataif dari hasil
belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan.
c. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang
benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang didinginkan sessuai dengan
tujuan.
d. Dirancang sesuai dengan kegunaanya untuk
memperoleh hasil hasil yang diinginkan.
e. Dibuat seriable mungkin sehingga mudah
diinterpresentasikan dengan baik.
f.
Digunakan
untuk memperbaiki cara belajar peserta didik dan cara mengajar guru.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
suatu upaya melakukan proyeksi dan analisis
rasional terhadap tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, kemudian
dijabarkanmelalui prosedur sistematis yang mengintegrasikan
komponen-kompenonpembelajaran (materi, metode, teknik, media), sehingga proses
pembelajaran dapatberjalan dengan efektif dan efisien
2.
menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar,
metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan
kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan
membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan”
3. 1. Mengorganisasikan dan mengakomodasikan kebutuhan siswa secara spesifik.
2. Membantu guru
dalam memetakan tujuan yang hendak dicapai
3. Membantu guru,
dalam mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar
4. 1.
Program pengajaran
2. proses
pelaksanaan pengajaran hasil belajar
yang akan dicapai
B. Saran
Dalam
rangka mewujudkan kecintaan terhadap belajar perencanaan sistem pengajaran PAI
, sudah seharusnya kita sebagai mahasiswa yang bergelut di jurusan tarbiyah dan
salah satunya untuk bekaldalammengajar di instansipemerintahmaupunswasta, untuk merubah
paradigmanya, dari yang tidak efektif, tidak komunikatif, tidak kontekstual
kepada yang lebih efektif, komunikatif, dan kontekstual.
DAFTAR
PUSTAKA
Ibrahim, R. dan Nana Syaodih, (1996). Perencanaan
Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Djuniarto, Eko dan Winaryo, (2003). Perencanaan
Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan








0 komentar:
Posting Komentar